Selasa, 08 Desember 2015

Judulnya Ada di Bawah

Sudah hakikatnya manusia itu seperti air di daun talas, berubah-rubah sesuai arah angin, atau bahasa jawanya esuk dele sore tempe, hari ini ngomongnya ini, besoknya itu, kemaren begini, sekarang begitu. Wajar. Bukan. Ini bukan berarti saya mendukung orang untuk tidak punya pendirian lho, bukan sama sekali. Penting untuk setiap orang untuk memiliki sesuatu yang ia pertahankan, tapi tidak mungkin mengaplikasikan hal ini ke setiap aspek kehidupan kan? Orang itu perlu luwes, haha-hihi juga tidak kalah penting.

"Kemaren begini, sekarang begitu, ada ya orang kayak dia?"

Sering denger perkataan yang jenis-jenisnya seperti itu? Sama. Apa perkataan kayak gitu salah? Ya tergantung. Dilihat dulu konteksnya, dia itu berubah apa berkembang, changing apa growing up. Changing sama growing up itu bedanya tipis tapi tebel, bingung? Sama aku jugak, iya saking bingungnya sampe tak bonusin huruf "k".

Dan yang paling sering, ketika kita merubah point of view kita dalam melihat suatu kejadian, orang-orang melabeli kita dengan sebutan labil. Padahal apa yang salah dengan merubah point of view? Bukannya dengan merubah point of view kita dapat melihat suatu kejadian dengan lebih seimbang? Mungkin mereka lupa ada banyak aspek yang mempengaruhi terjadinya suatu kejadian, sehingga mereka puas hanya melihat dari satu titik.

Salah satu aspek yang paling berpengaruh adalah timing. Timing is everything. Sadar atau tidak timing sangat mempengaruhi persepsi, interpretasi, dan reaksi seseorang dalam menyikapi sesuatu. Jadi jangan memandang buruk orang yang berubah-ubah omongannya, biasanya mereka melihat dari beberapa point of view. Jangan pernah berpikir secara dangkal. Camkan itu.


Pura-pura punya kelainan mental? Juga pernah!
*JUDUL: Pembelaan Diri Seorang ABG Labil*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar