Jangan lupakan kecelakaan Lamborghini yang menewaskan seorang pengunjung warung STMJ di suatu ruas jalan di Surabaya yang membuat jurang kedengkian antar si kaya dan si miskin semakin dalam. Lalu tak lupa peristiwa "Papa Minta Saham" yang sedang hangat-hangatnya, seolah-olah kolusi hanya ada di bumi cendrawasih saja. Dan yang termutakhir adalah penggunaan adzan umat muslim sebagai sampling salah satu OST Noragami Aragoto. Mungkin anda tidak tahu peristiwa yang terakhir, tapi hal ini cukup diributkan oleh segumpal teman-teman SMP saya yang mengafiliasikan diri mereka dengan sebutan otaku, dimana mereka memperkeruh suasana yang pada awalnya tidak keruh-keruh amat, dan mencoba membuat peristiwa ini viral padahal ya tidak penting juga, which is mengganggu pemandangan di newsfeed FB saya, padahal anime-nya juga nggak terkenal- terkenal amat, eh maaf saya jadi kebawa emosi. Mari kita lanjutkan.
Tapi di atas semua itu, mengutip pernyataan dari yang muliya Bill Shankly, "No player is bigger than the club", tidak ada masalah yang lebih besar dari masalah itu sendiri. Anda boleh mempertanyakan logika pernyataan saya barusan, namun saya tidak akan menjawabnya, karena saya tidak bisa, karena sesungguhnya inti dari paragraf ini adalah: kita tidak perlu mengkhawatirkan semua itu tuan dan nona, terutama kamu nona manis di seberang sana.
KENAPA? Kenapa kita tidak perlu khawatir? Padahal masalah-masalah itu sangat nyata (ya nggak juga sih) dan sudah semestinya kita panik dan berhamburan ke pantai.
Eits, tenang dulu, semua harus dihadapi dengan senyuman. Mari bersama-sama kita identifikasi hal-hal yang mereka sebut dengan masalah tersebut. Tentu kita tidak dapat menyelesaikan jika tidak kita mengetahui apa yang apa yang harus diselesaikan.
Nasi bungkus dan nasi kotak, kaya dan miskin, perpanjang kontrak atau tidak diperpanjang, penting dan tidak penting. Jika kita petakan kejadian-kejadian di atas, kita akan menemukan bahwa setiap kejadian di atas hanya terdiri dari dua buah sample/titik. Apa yang kita dapat dengan menghubungkan dua buah titik? Benar, kita akan mendapatkan sebuah garis.
Setelah mengetahui bahwa terdapat orang-orang kurang pandai yang menganggap sesuatu yang terjadi sesederhana sepasang titik yang membentuk garis, baik pemisah maupun penghungung, sementara sebuah "kejadian" sendiri dipengaruhi oleh beberapa kejadian lain, dan terbentuk dari infinite sample, yang mana terdapat jumlah titik yang amat amat amat sangat banyak (meskipun mungkin semua berawal dari satu titik) kita dapat mengetahui masalah yang sesungguhnya.
Bila kita telah mendapatkan permasalahannya, kini kita tinggal mencari parameter-parameter untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Apa parameter yang harus kita telaah? Sejujurnya nona manis, saya tidak dapat menemukan sesuatu apa pun untuk dikemukakan di tulisan ini. Bisakah kita mengakhiri tulisan yang sesungguhnya hanya bertujuan untuk menarik perhatianmu ini? Toh, kita telah mengetahui bahwa semua hal dapat diselesaikan dengan pundak Miranda Kerr. Apa yang tidak bisa dilselesaikan pundak Miranda Kerr?
Let's find the time to open up your (my) mind and watch the world spinning gently out of time. Syahdu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar