Pembangunan negeri ini membutuhkan tenaga-tenaga tolol yang mau dibayar rendah dan menghabiskan satu-satunya hidup yang mereka miliki di bawah satu tekanan yang sebenarnya tidak harus mereka terima.
Kemudian para tolol itu juga harus mau untuk menangguhkan kehidupan mereka untuk sesuatu yang disebut pekerjaan.
Sementara sebagian tolol tersebut mengagungkan sesuatu kekonyolan yang mereka sebut "pengabdian", satu tolol yang saya kenal, yang kebetulan juga kontributor blog ini, hanya mampu menuliskan keluhannya di blog pribadinya. Kasihan.
Tapi kemudian, dia menyadari bahwasanya semua ini adalah hasil akumulasi perbuatan-perbuatannya dan pilihan-pilihannya sendiri. Dia akhirya sadar bahwa ricaunnya yang mengatak bahwa semua yang terjadi adalah andil orang lain adalah tiputipu belaka. Dia berkata bahwa keluhannya adalah kosong.
He doesn't have right to complain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar